Sampai Bertemu Lagi
Hari ini hari pertama aku bertemu dengannya, sosok rupawan yang masih tergambar jelas potret wajahnya dalam memori ingatanku. Untuk seorang pelupa sepertiku, itu sebuah kemajuan besar.
Seperti biasanya, aku hanya mampu memandangnya dari
sudut yang tak dia ketahui, memang. Aku juga bukan seorang yang suka mengumbar
pesona dengan mengajak bercerita atau sekadar berkenalan dengan orang yang baru
saja aku lihat. Aku pikir pilihan paling bijak adalah membiarkan waktu
berangsur pergi, dan berharap dihari berikutnya kita akan dipertemukan
kembali. Yaa, aku akan selalu berharap
seperti itu.
Sore tadi, Senin pertama di bulan Juli, aku ingin
menuntaskan hajatku untuk berolahraga, setidaknya lari 7 putaran lah untuk
membunuh lemak dan pikiran jahat dalam tubuhku.
Aku ingat betul, tepat diputaran ke 5 mataku
berhasil menemukan sosok indah itu. Ia sedang beristirahat dengan
teman-temannya di tepi tribun. Aku tak tahu ia sedang membicarakan apa namun
senyumnya saat bergurau dengan teman-temannya itu berhasil membuatku semakin
jatuh. Sepertinya ia tak jarang berolahraga disini. Ia tampak begitu akrab
dengan orang-orang disini.
Iseng menatap wajahnya, ternyata membuatku
ketagihan. Diputaran selanjutnya disudut yang tidak mencurigakan aku mencuri
pandang terhadapnya, dan itu seperti candu. Hingga, kemudian aku sadar aku
sudah berkeliling lapangan 9 kali, yang mana pada awalnya aku hanya berniat 7
kali saja. Diputaran selanjutnya aku berjalan dan beristirahat tepat di dekat
ia beristirahat dengan temannya. Menatap peluh yang berjatuhan disela tawa dan
senyumnya yang hangat adalah pemandangan terindah sore itu. Aku begitu
menikmati indahnya sore di awal juli ini.
Kemudian adzan maghrib menyudahi semua ini, kau dan
teman-temanmu pulang, begitupun dengan aku. Saat itu kita terpisah, tapi aku
masih berharap kita akan bertemu lagi.
Komentar
Posting Komentar