Waktu yang Berbeda
Pada pagi yang sama, orang-orang berangkat dengan arah yang berbeda. Ada yang melangkah cepat, ada yang tertahan di lampu penyebrangan, ada pula yang berhenti sejenak hanya untuk memastikan sepatu mereka terikat rapi. Di halte itu, aku melihat mereka satu per satu. Seorang laki-laki muda tersenyum lebar sambil menatap layar ponselnya, mungkin barangkali kabar baik baru saja menghampiri. Tak jauh darinya, seseorang duduk diam dengan tas lusuh, matanya kosong, seolah menghitung ulang keputusan-keputusan yang telah ia ambil. Bus datang silih berganti. Ada yang langsung naik, ada yang terlewat, ada pula yang sengaja membiarkannya pergi. Aku pernah bertanya-tanya, kenapa sebagian orang seakan tiba lebih dulu di tujuan. Padahal jarak yang kami tempuh tampak serupa. Namun semakin lama aku berdiri di sana, semakin jelas satu hal bahwa tidak semua orang berangkat pada waktu yang sama. Ada yang harus menunggu hujan reda. Ada yang tersesat lebih dulu sebelum menemukan arah. Ada pula yang me...