Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Hening yang Merubah

  Sudah dua musim hujan berlalu sejak bunga itu terakhir mekar di depan rumah kecil di ujung jalan selatan. Rumah dengan cat kusam yang tak pernah diperbarui. Jendelanya masih sama, menghadap ke timur, tempat matahari menyapa dengan malu-malu setiap pagi. Di balik jendela itu, ia duduk setiap hari. Bukan karena menunggu siapa pun. Bukan pula karena berharap sesuatu datang. Ia hanya... duduk. Tangannya sesekali menyentuh cangkir teh yang kini lebih sering dingin sebelum habis. Ia memutar radio kecil tua yang kadang hanya memutar bisu. Kadang lagu-lagu lama, kadang hanya suara hujan dari frekuensi yang tak jelas. Ada buku di pangkuannya. Bukan untuk dibaca, hanya untuk menenangkan dirinya bahwa waktu bisa dipegang. Meski halaman-halamannya tak pernah dibuka. Orang-orang di seberang jalan kadang menyapa, tapi ia hanya mengangguk, dengan senyum tipis yang sulit dibedakan. Apakah itu sopan santun atau sekadar sisa kebiasaan lama. Tak ada foto di dinding rumahnya, kecuali satu lukisan ke...

Fatamorgana dan Amorfati

Gambar
Dirimu seperti fatamorgana, sebuah ilusi di tengah padang pasir yang membuat aku berpikir akan ada oasis menanti. Kau tiba dengan janji seperti embun pagi. Begitu menyegarkan, memberi harapan bahwa gurun hidupku akan berakhir. Aku percaya padamu. Sungguh, aku percaya. Kita berbincang panjang di malam-malam yang sunyi. Kau menceritakan impianmu dengan mata berbinar, tentang orang-orang yang kau sayangi, juga tentang beban yang kau pikul sendiri. Aku mendengarkan setiap kata, mengoleksi setiap cerita, membangun istana dari kepercayaan. Kau bilang aku adalah tempat teraman untukmu dan aku tetap percaya itu. Kita hanyalah dua daksa dan atma yang saling melengkapi. Aku pikir kita adalah takdir. Aku pikir ini adalah amorfati, sebuah cinta pada takdir yang mempertemukan dua daksa dan atma. Tapi fatamorgana selalu hilang ketika kau mendekat. Suatu hari, tanpa peringatan, kau mulai menjauh. Pelan-pelan, seperti bayangan yang lenyap saat fajar tiba. Aku masih menunggu, berpikir ini han...