Kadang yang Kita Takutkan Justru Gerbang Baru
Aku pernah ngerasa dunia terlalu cepat berubah.
Temen-temen pindah kota, pindah
jurusan, ganti circle, dapat mimpi baru, buka pintu baru.
Sementara aku… masih berdiri di titik yang sama, ngerasa ketinggalan kayak film
yang udah jalan jauh tapi aku baru klik play sekarang.
Awalnya aku menolak perubahan.
Aku takut kalau pindah arah, aku bakal nyasar.
Takut kalau mulai ulang, orang bilang aku habis gagal.
Takut kalau aku berhenti sebentar, aku nggak bakal nyampe tujuan.
Tapi semakin aku memaksa diriku
tetap di tempat yang sama,
semakin aku ngerasa hidup ini sempit dan sesak.
Sampai akhirnya aku sadar satu hal
sederhana:
“kita nggak pernah ditakdirkan untuk menetap di titik yang sama selamanya”.
Manusia memang dibuat untuk
bergerak.
bergeser sedikit,
melangkah sepetak,
salah belok sesekali,
lompat jauh tanpa rencana,
dan kadang jatuh tepat di tempat yang justru kita butuhkan.
Perubahan bikin takut karena kita
nggak kebiasaan melihat diri kita dengan versi yang baru.
Padahal mungkin, versi itulah yang selama ini kita cari.
Ada hari-hari di mana aku merasa
tertinggal,
tapi sekarang aku tahu:
yang lebih penting bukan di mana aku berdiri,
tapi berapa jauh aku berubah jadi manusia yang lebih baik.
Pelan-pelan aku mulai berani
ngelangkah keluar dari zona nyaman,
nyoba hal yang dulu bikin gugup,
ngambil keputusan tanpa minta persetujuan dunia.
Dan jujur… rasanya aneh.
Tapi untuk pertama kalinya,
arah itu terasa seperti hidup.
Kalau kamu lagi di persimpangan,
bingung harus ngapain,
atau takut melangkah, percaya deh
yang kamu kira akhir, mungkin cuma
halaman terakhir dari bab lama
dan di depanmu, ada bab baru yang lebih indah.
R.U.N
*not based on a true story
Komentar
Posting Komentar